Serang, (beritasiber.co.id) – Direktur RSUD Banten, Dr. Danang Hamsah Nugroho, M.Kes., memimpin apel pagi di RSUD Banten, yang dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, tenaga medis, serta staf rumah sakit. Dalam kesempatan ini, Dr. Danang memberikan arahan terkait pentingnya penerapan quality assurance (jaminan kualitas) dalam setiap aspek pelayanan rumah sakit, dengan fokus pada tanggung jawab kepemimpinan berjenjang yang harus dijalankan secara berkelanjutan. (11/11/2024)

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pidatonya, Dr. Danang mengingatkan bahwa RSUD Banten beroperasi selama 24 jam setiap hari, dengan beban pelayanan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, setiap shift pelayanan, baik di pagi, siang, maupun malam, harus tetap menjalankan standar kualitas yang ketat.

“Pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah hak setiap pasien, dan kita semua bertanggung jawab untuk menjaganya. Tidak ada alasan untuk menurunkan standar hanya karena perbedaan waktu atau kondisi shift,” tegas Dr. Danang.

lanjut Dr. Danang, tidak hanya berkaitan dengan prosedur medis dan perawatan pasien, tetapi juga dengan efisiensi dan efektivitas manajemen rumah sakit.

“Setiap bagian dari rumah sakit, mulai dari administrasi hingga pelaksanaan medis, harus memastikan bahwa semua prosedur berjalan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan,”

Dr. Danang juga menekankan pentingnya peran setiap pemimpin dalam menjaga kualitas layanan. menurutnya, pemimpin shift harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang prosedur dan standar pelayanan yang berlaku. Tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga memberikan bimbingan dan mengambil keputusan yang tepat apabila terjadi masalah atau kendala di lapangan.

“Pemimpin shift harus memiliki integritas tinggi, kemampuan mengambil keputusan cepat dan tepat, serta tanggung jawab penuh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Jangan ada lagi toleransi terhadap kelalaian atau pelanggaran prosedur, karena ini menyangkut nyawa dan keselamatan pasien,” ujar Dr. Danang.

Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab kepemimpinan dalam rumah sakit bersifat berjenjang. Para pejabat yang memimpin shift wajib berkoordinasi dengan tingkat manajerial yang lebih tinggi untuk memastikan bahwa setiap masalah atau isu yang terjadi dapat ditangani dengan cepat dan efektif.

“Komunikasi yang jelas dan koordinasi yang baik antara shift dan manajemen puncak sangat penting. Keputusan yang cepat dan tepat hanya dapat diambil jika informasi yang diterima adalah informasi yang akurat dan tepat waktu,” ungkapnya.

Selain itu, Dr. Danang mengingatkan pentingnya evaluasi dan pengawasan berkala terhadap seluruh sistem pelayanan di rumah sakit. Ia mengajak seluruh staf untuk secara proaktif memberikan masukan dan laporan terkait hal-hal yang perlu diperbaiki, tanpa takut adanya reaksi negatif.

“Evaluasi adalah kunci untuk melihat apakah kita sudah berjalan sesuai dengan standar atau justru ada celah yang perlu diperbaiki. Setiap petugas harus siap dievaluasi dan siap menerima kritik konstruktif. Ini adalah bagian dari proses untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kita,” tegasnya.

Ditempat terpisah, Dr. Danang mengungkapkan bahwa RSUD Banten sedang berupaya memperkuat sistem quality assurance melalui pelatihan berkelanjutan bagi seluruh tenaga medis dan non-medis.

“Kami akan terus mengadakan pelatihan, simulasi, dan audit rutin untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga. Pelayanan yang prima hanya bisa dicapai melalui pembelajaran yang terus menerus dan perbaikan yang tiada henti.”

Dr. Danang menekankan bahwa kualitas pelayanan adalah tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh jajaran RSUD Banten untuk terus berkomitmen memberikan yang terbaik bagi pasien dan masyarakat.

“Tidak ada pelayanan yang lebih penting selain menjaga keselamatan dan kesehatan pasien. Untuk itu, mari kita semua bekerja dengan penuh dedikasi dan integritas tinggi,” ajaknya.