Pandeglang, (beritasiber.co.id) – STIKes Salsabila Serang bersama HISFARKESMAS (Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat) Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Banten melaksanakan program GASING (Gerakan Anti Stunting) sebagai bentuk pemberdayaan dan edukasi masyarakat untuk mencegah stunting melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini bertujuan membangun kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap pencegahan stunting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berlangsung di SMK Babunnajah Pandeglang dan SMK IKPI Labuan pada 19 Oktober 2024 hingga 14 Desember 2024 dengan tema “Pemeriksaan Hb dan Pembagian Tablet Tambah Darah untuk Siswi SMK Sebagai Upaya Remaja Bebas Anemia dan Pencegahan Stunting (Dimulai dari Calon Ibu Sejak Remaja)”, acara ini diikuti oleh 96 siswi di SMK Babunnajah dan 75 siswi di SMK IKPI.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari 2 dosen Prodi Farmasi, 1 dosen Prodi Kebidanan, 1 mahasiswa Prodi Farmasi, 1 mahasiswa Prodi Kebidanan, 2 Apoteker Puskesmas (perwakilan HISFARKESMAS dari puskesmas Menes dan puskesmas Labuan), serta pihak sekolah. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mencegah terjadinya anemia dan stunting pada remaja putri sebagai calon ibu di masa depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan melalui serangkaian aktivitas, antara lain penyuluhan mengenai anemia, stunting, dan penggunaan Tablet Tambah Darah (TTD), pemberian TTD, distribusi kartu monitoring konsumsi TTD, serta pemeriksaan kadar Hb peserta. Kunjungan ke SMK untuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan sebanyak dua kali dengan interval waktu satu bulan. Hal ini bertujuan untuk mengukur efektivitas kolaborasi tenaga kesehatan melalui inovasi Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) melalui Kartu Monitoring Minum TTD untuk mencegah stunting sejak masa remaja putri (sebagai calon ibu).

Pada kunjungan pertama, kegiatan berlangsung selama satu hari dengan fokus pada pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), distribusi Kartu Monitoring Minum TTD, pemeriksaan awal kadar Hb, dan pengisian kuesioner tingkat pengetahuan pada kedua kelompok. Kelompok intervensi mendapatkan tambahan edukasi berupa materi terkait stunting dan anemia, yang disampaikan langsung oleh profesi Apoteker dan profesi Bidan melalui grup WhatsApp (WAG). Selama satu bulan, kelompok intervensi menerima edukasi secara berkala melalui poster elektronik yang bersumber dari Kementerian Kesehatan RI.

Kunjungan kedua dilaksanakan di bulan berikutnya, dengan tujuan mengumpulkan Kartu Monitoring Minum TTD, melakukan pemeriksaan akhir kadar Hb, dan mengisi kuesioner tingkat pengetahuan serta Medication Adherence Rating Scale (MARS) pada kedua kelompok untuk menilai tingkat kepatuhan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa peran kolaborasi tenaga kesehatan melalui inovasi edukasi dan kartu monitoring sangat penting dalam program pencegahan anemia dan stunting.

Menurut salah satu dosen STIKes Salsabila Serang sekaligus ketua pelaksana pengabdian masyarakat, yaitu Dr. apt. Yusransyah, M.Sc., mengatakan “Walaupun mayoritas kadar Hb siswi di sini (SMK Babunnajah Pandeglang) normal, TTD tetap secara rutin diminum, karena pada kondisi tertentu, terutama pada saat menstruasi Hb remaja putri berpotensi terjadi penurunan secara drastis, sehingga pengurangan gizi dan anemia akan selalu terjadi berulang sampai siswi tersebut menikah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswi mengenai pencegahan, bahaya, serta dampak stunting, sehingga remaja putri terdorong untuk rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mencegah anemia dan memenuhi kebutuhan gizi remaja, sekaligus mendukung program Dinas Kesehatan Pandeglang dalam upaya pencegahan stunting”.
“Saat ini, Dinas Kesehatan Pandeglang tengah gencar melakukan pencegahan stunting melalui pemberian TTD kepada remaja putri di tingkat SMA/SMK, termasuk di SMK Babunnajah dan SMK IKPI Pandeglang. Langkah ini bertujuan untuk mencegah anemia dan mempersiapkan remaja putri sebagai calon ibu dengan kondisi gizi yang optimal. Kami dari Puskemas Menes sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini (Pengabdian kepada Masyarakat), karena sangat membantu terutama dalam memonitoring minum TTD pada siswi melalui WAG” Ucap apt. Isti salah satu anggota HISFARKESMAS dan Apoteker di Puskesmas Menes, Pandeglang.

“Siswi di dua SMK (SMK Babunnajah Pandeglang dan SMK IKPI Labuan) sangat antusias sekali dalam mengikuti kegiatan ini, mereka bersemangat melakukan pemerikasaan kadar Hb dan mengonsumsi obat TTD dengan adanya kartu monitoring minum TTD” Tutup salah satu dosen STIKes Salsabila Serang, Dr. apt. Sofi Nurmay Stinai, M.Sc.
Tim pelaksana pengabdian ini berterima kasih kepada DRTPM Kemenristekdikbud yang telah mendanai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melalui Program Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat Tahun 2024. (**)