Tegalmaja, Kragilan, Kabupaten Serang, (beritasiber.co.id) — Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA) yang tergabung dalam Kelompok KKM 36 mendorong transformasi digital di Desa Tegalmaja melalui pengembangan website desa dan sosialisasi pemanfaatannya sebagai media informasi serta pelayanan publik.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa melalui Sosialisasi Pemanfaatan Website Desa sebagai Media Informasi dan Pelayanan Publik di Desa Tegalmaja” tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tegalmaja, Jumat (14/8/2026). Kegiatan diikuti oleh tiga perangkat desa, Pembina Desa Cantik dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang, serta anggota KKM 36.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM memperkenalkan berbagai fitur website, mendemonstrasikan panel admin, memberikan praktik terbimbing, serta melakukan evaluasi terhadap kemampuan dasar perangkat desa dalam mengelola website.
Website Desa Tegalmaja yang dikembangkan oleh tim KKM dapat diakses melalui desategalmaja-kragilan.id. Portal tersebut dirancang sebagai pusat informasi digital yang mengintegrasikan profil desa, pemerintahan, data dan dokumen publik, berita, pengumuman, agenda, galeri kegiatan, hingga informasi potensi dan produk unggulan masyarakat.
Selain sebagai media informasi, website juga dilengkapi fitur pelayanan desa. Masyarakat dapat memperoleh informasi persyaratan dan mengajukan sejumlah layanan administrasi secara daring, seperti surat keterangan domisili, surat keterangan usaha, surat keterangan tidak mampu, pengantar SKCK, administrasi kelahiran dan kematian, pengantar nikah, surat keterangan pindah, pengaduan masyarakat, serta permohonan informasi publik.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengajukan layanan dengan akun warga yang terhubung dengan NIK, mengunggah dokumen persyaratan, dan memantau status pengajuan melalui dashboard. Setelah proses verifikasi selesai, dokumen hasil pelayanan dapat diakses melalui sistem.
Tim KKM menilai keberadaan website tidak hanya penting dari sisi teknologi, tetapi juga dari aspek pengelolaan informasi. Karena itu, perangkat desa diberikan pemahaman mengenai pentingnya pembaruan data secara berkala, ketepatan informasi, serta kemampuan operator dalam mengelola konten dan merespons kebutuhan masyarakat.
“Sosialisasi tidak diposisikan sebagai presentasi satu arah, melainkan sebagai proses transfer pengetahuan,” ujar tim KKM dalam laporan kegiatannya.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui praktik langsung agar perangkat desa tidak hanya memahami fungsi website secara teori, tetapi juga mampu mengoperasikan dan mengelolanya secara mandiri.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa satu dari tiga peserta atau 33,3 persen telah mampu mengaplikasikan seluruh fitur yang dipraktikkan secara mandiri. Sementara itu, dua peserta lainnya atau 66,7 persen telah memahami fungsi dasar website, meskipun masih membutuhkan pendampingan pada beberapa tahapan pengelolaan.
Selain mendukung pelayanan publik, website tersebut juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi Desa Tegalmaja. Produk masyarakat, kerajinan, pertanian, peternakan, jasa, dan berbagai kegiatan ekonomi desa dapat dipublikasikan melalui katalog digital sehingga berpotensi memperluas jangkauan informasi mengenai potensi lokal.
Melalui program ini, mahasiswa KKM 36 berharap website yang telah dikembangkan dapat terus dikelola oleh Pemerintah Desa Tegalmaja setelah program KKM berakhir. Keberlanjutan pengelolaan dinilai penting agar informasi tetap diperbarui, layanan digital dapat dimanfaatkan masyarakat, dan website dapat berkembang sesuai kebutuhan desa.
Pengembangan website dan peningkatan kapasitas perangkat desa tersebut menjadi salah satu kontribusi KKM 36 dalam mendukung digitalisasi pemerintahan desa, keterbukaan informasi publik, serta pelayanan masyarakat yang lebih mudah dan terstruktur.


