Pandeglang, (beritasiber.co.id) – Upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini terus diperkuat melalui kegiatan safety campaign dan sosialisasi keselamatan berkendara yang dilaksanakan di SMPN 1 Panimbang pada Kamis tanggal 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara program Police Goes to School dari Polres Pandeglang bersama program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas yang diinisiasi oleh Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten.
Kegiatan ini diikuti antusias oleh para siswa dan guru dengan tujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, sekaligus menanamkan budaya tertib berkendara sebagai bagian dari karakter disiplin generasi muda.
Dalam sosialisasi tersebut, para pelajar diberikan edukasi mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm standar, bahaya berkendara ugal-ugalan, hingga risiko fatal akibat kelalaian di jalan raya. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan mampu membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Kegiatan ini juga menjadi langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia pelajar. Mengingat kelompok usia muda masih menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap kecelakaan akibat kurangnya kesadaran keselamatan dan perilaku berkendara yang belum disiplin.
Melalui edukasi yang diberikan secara langsung di lingkungan sekolah, diharapkan para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Kabag Operasional Jasa Raharja Kanwil Banten, Harry Herawan, menyampaikan bahwa peran Jasa Raharja tidak hanya sebatas memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga aktif melakukan berbagai upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan melalui pendekatan socio engineering.
Menurutnya, edukasi kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas yang lebih baik di masa depan. “Jasa Raharja tidak hanya hadir saat terjadi kecelakaan melalui penyerahan santunan, tetapi juga terus berupaya menekan angka kecelakaan melalui berbagai kegiatan pencegahan. Salah satunya melalui edukasi keselamatan kepada pelajar sebagai bagian dari pendekatan socio engineering untuk membangun kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Kami berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan, disiplin di jalan, dan mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungannya,” ujar Harry Herawan.
Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, dan Jasa Raharja ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan, khususnya bagi generasi muda sebagai penerus bangsa.


