(beritaisber.co.id) Program Anyer-Panarukan 3R atau Road, Route, dan Roots resmi diluncukan oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo pada Minggu ,11 Oktober 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bertempat di Tower Bank BJB CO-Working, Jakarta Selatan, peluncuran atau Kickoff Anyer-Panarukan turut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto dan pejabat lainnya.

Bupati Serang Ratu Zakiyah mengatakan, program Anyer-Panarukan menjadi momentum yang sangat bagus bagi Kabupaten Serang dan Situbondo.

“Dengan adanya kickoff ini kita ingin bersama-sama membangun kabupaten masing-masing dengan menggali potensi yang ada seperti yang disampaikan Pak Menteri (Mendes PDT) bagaimana kita bisa bersama-sama dengan kabupaten kota yang lain sehingga kita berhasil tidak sendiri tetapi juga nanti dapat bertumbuh bersama, berkembang bersama dengan kabupaten kota yang sama-sama melalui ekspedisi Anyer Panarukan,” kata Bupati.

Kata Bupati, Kabupaten Serang yang sudah berusia 500 tahun ini juga menjadi momen untuk menghidupkan kembali sejarah lama jalan pos Anyer-Panarukan. “Jadi kita ingin mengangkat atau menghidupkan kembali sejarah itu tentu dengan mengangkat dan menggali potensi daerah masing-masing,” katanya.

Kata Bupati, bisa saja program ini akan terintegrasi untuk destinasi wisata. “Memang sampai saat ini belum ada, tapi ke depan tentu kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Banten,” ujarnya.

Kata Bupati, di Kabupaten Serang ini banyak sekali wisata-wisata alam, eduwisata, wisata bahari, yang apabila diintegrasikan bisa menjadi pendapatan asli daerah yang luar biasa.

Sementara Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, program Anyer-Panarukan merupakan sesuatu yang baru. “Namun sebenarnya tidak terlalu baru juga jika kita membaca dengan baik sejarah di Republik ini tapi karena ini diagendakan oleh 2 kabupaten yakni Serang dan Situbondo akhirnya seolah-olah ada pertanyaan besar di benak kita apa sih sebenarnya agenda Anyer Panarukan ini,” katanya.

Kata Bupati Situbondo lagi, Program Anyer-Panarukan adalah upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas kabupaten masing-masing terutama Serang dan Situbondo yang punya 2 spot utama yakni Anyer dan Panarukan.

“Dari sejarah itu kita ingin menjadi katalisator pembangunan di wilayah kami itu saja tujuannya. Tapi karena ini melalui berbagai desa yang ada dengan segala potensinya niscaya juga ini akan membawa efek kepada desa-desa tersebut,” tegasnya.

Kata dia, intinya kolaborasi ini menjadi denyut nadi di kerja sama untuk tumbuh bersama, besar bersama dan naik kelas bersama. “Pertama ada ekspedisi dari Anyer Panarukan nanti kita akan visit ke berbagai kota kabupaten, nah di situ nanti kita akan gali literasi sejarahnya, budaya, potensi desanyakarena ini akan menjadi program tahunan bukan hanya kickoff saja tapi program tahunan karena dari tahun 2026 ini kita akan kumpulkan dulu berbagai informasi kemudian akan di jadikan Program 2027,” katanya.

Kata dia, yang akan dilaksanakan di Anyer itu ada festival sementara di Situbondo ada hari raya tembakau. Situbondo juga punya 5000 penari yang akan merayakan di bulan ini dan bulan depan panen tembakau. Kemudian ada pesta rakyat dan juga berbagai macam kegiatan yang intinya ini akan menopang Anyer Panarukan.

Kemudian di 2027 akan dibuat aktivasi lagi hasil dari kunjungan berbagai tempat itu. “Contoh banyak sekali d tempat syaa ada tambakau paling mahal di Indonesia itu bicara ekonomi bisnis,” katanya.

Kata dia lagi, ada juga desa wisata, pesisir pasir putih di Situbondo yang juga ada di Kabupaten Serang.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, Ketua DPRD Kabupaten Situbondo, Mahbub Junaidi, Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas, Wabup Situbondo, Ulfiyah, Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Serang, para Kepala OPD Kabupaten Situbondo, dan Jajaran Bank bjb. (*)