SERANG, (beritasiber.co.id) – Upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana geologi Gunungapi Anak Krakatau terus dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga dan pemangku kepentingan.
Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunungapi Anak Krakatau dalam upaya melakukan mitigasi bencana geologi Gunungapi, yang digelar di Aston Serang Hotel, Kota Serang, Banten, Selasa (22/9/2026).
Forum tersebut menjadi ruang konsultasi dan penyampaian masukan terhadap Peta KRB Gunungapi Anak Krakatau, khususnya bagi wilayah yang memiliki potensi terdampak di Kabupaten/Kota Serang, Banten, serta Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan diikuti berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, BPBD Kota Serang, BPBD Kabupaten Serang, BPBD Kabupaten Pandeglang, BPBD Kota Cilegon, hingga BPBD Lampung Selatan.
Selain unsur pemerintah daerah, forum juga melibatkan lembaga swadaya masyarakat, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), media, kecamatan dan kelurahan di daerah terdampak, serta pelaku bisnis.

Kepala BPBD Provinsi Banten, Drs. Lutfi Mujahidin, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana Gunungapi Anak Krakatau.
Menurutnya, pemahaman terhadap kawasan rawan bencana menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala PVMBG Dr. S.S. Rita Susilawati, S.T., M.Sc., membuka secara resmi kegiatan Forum Konsultasi Publik tersebut.
Dalam forum ini, Peta KRB diharapkan tidak hanya menjadi dokumen teknis, tetapi dapat menjadi salah satu acuan dalam penyusunan rencana kontinjensi, mitigasi, tata kelola kebencanaan serta pengambilan kebijakan yang berkelanjutan.
Peta KRB juga perlu dipahami oleh pemerintah daerah hingga masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak, sehingga informasi mengenai kawasan rawan, langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dapat diterapkan secara efektif.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi Ismail, S.H., sebagai bagian dari penguatan koordinasi penanggulangan bencana lintas wilayah.
Keterlibatan Banten dan Lampung Selatan dinilai penting mengingat Gunungapi Anak Krakatau berada di kawasan Selat Sunda yang memiliki karakter risiko bencana yang dapat berdampak terhadap wilayah pesisir dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Melalui forum konsultasi publik ini, masukan dari pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, organisasi, media dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkaya penyusunan serta pemanfaatan Peta KRB Gunungapi Anak Krakatau.
Dengan demikian, peta tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen bersama untuk memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, penyusunan rencana kontinjensi dan perlindungan masyarakat dari potensi bencana Gunungapi Anak Krakatau secara berkelanjutan.


