TANGERANG, (beritasiber.co.id) — BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tangerang Cikokol mendorong mahasiswa di wilayah Tangerang Raya untuk mulai memahami pentingnya literasi keuangan dan perlindungan jaminan sosial sejak dini. Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Literasi Keuangan kepada Mahasiswa di Lingkungan Tangerang Raya, yang digelar di Ruang Rapat BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tangerang Cikokol, Jumat (11/9/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa dari Kota Tangerang dan sekitarnya tersebut menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan, risiko sosial ekonomi, serta pentingnya mempersiapkan perlindungan sejak memasuki dunia kerja.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol, Mohamad Irvan. Sementara materi literasi disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tangerang Cikokol, Ernita Ekawati Rahayu.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya merencanakan kondisi finansial secara bertahap, termasuk mengenali berbagai risiko yang dapat muncul ketika seseorang mulai bekerja. Literasi juga diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami cara mengelola pendapatan, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap pentingnya perlindungan sosial.

Mohamad Irvan mengatakan, mahasiswa merupakan kelompok yang perlu mendapatkan edukasi keuangan sejak dini karena dalam waktu dekat akan memasuki dunia kerja dan menghadapi berbagai keputusan finansial secara mandiri.
“Literasi keuangan bukan hanya tentang bagaimana mengatur pendapatan dan pengeluaran, tetapi juga bagaimana seseorang mempersiapkan diri terhadap berbagai risiko di masa depan. Karena itu, pemahaman mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan penting dikenalkan sejak mahasiswa,” ujar Irvan.

Menurut dia, kesadaran mengenai perlindungan sosial akan semakin penting ketika mahasiswa mulai menjalani aktivitas produktif, baik melalui pekerjaan formal, pekerjaan paruh waktu, maupun aktivitas usaha dan pekerjaan mandiri.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri memiliki sejumlah program perlindungan bagi pekerja, di antaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP) sesuai dengan ketentuan kepesertaan masing-masing program.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga diberikan pemahaman bahwa perencanaan keuangan jangka panjang perlu dilakukan secara konsisten. JHT dan JP, misalnya, dapat menjadi bagian dari instrumen perlindungan sosial yang membantu pekerja mempersiapkan kesejahteraan pada masa mendatang sesuai ketentuan program.

Sementara itu, Ernita Ekawati Rahayu menjelaskan materi dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, mulai dari pentingnya mengenali kebutuhan dan risiko finansial hingga memahami hak serta manfaat sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Mahasiswa saat ini adalah calon pekerja dan generasi produktif. Karena itu, penting bagi mereka untuk memahami sejak awal bahwa ketika memasuki dunia kerja, selain memperoleh penghasilan, ada risiko yang juga perlu dipersiapkan. Jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu bentuk perlindungan yang perlu mereka pahami,” jelas Ernita.

Selain edukasi mengenai program jaminan sosial, kegiatan juga dapat menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai layanan digital BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile). Layanan digital tersebut memberikan kemudahan bagi peserta untuk memperoleh informasi kepesertaan dan mengakses sejumlah layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Irvan menambahkan, kegiatan literasi keuangan tidak berhenti pada pemahaman mengenai produk atau program perlindungan, tetapi diharapkan membentuk kebiasaan generasi muda untuk berpikir lebih panjang dalam mengelola kesejahteraan finansial.
“Kami berharap mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini dapat membawa pengetahuan yang diperoleh ke lingkungan kampus maupun keluarga. Ketika kesadaran mengenai perlindungan sosial dibangun sejak dini, mereka akan lebih siap menghadapi dunia kerja dan berbagai risiko yang mungkin terjadi,” pungkas Irvan.