• Fri. Jul 5th, 2024

    Pemprov Banten Bersama Dinas Kesehatan Banten Lakukan sosialisasi Gertak Cetting

    ByAdmin

    Jun 12, 2024

    Serang, (beritasiber.co.id) – Pemerintah Provinsi Banten Bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten (Dinkes) Lakukan Kegiatan Gerakan Serentak Cegah Dan Tanggulangi Stunting (Gertak Cetting) Provinsi Banten yang di selenggarakan di Gedung Pramuka Kwarcab Kota Serang, Selasa (11 Juni 2024).

    Melalui gerakan ini, di tingkat provinsi, Pemerintah Provinsi Banten memulai lebih awal secara massif pada penanganan dan pencegahan stunting agar hasilnya lebih maksimal. Pada tahun 2024, angka prevalensi stunting ditargetkan di bawah 14 persen.

    Dikatakan PJ Gubernur Banten Al Muktabar dalam sambutan Mengatakan, gerakan serentak cegah dan tanggulangi stunting, merupakan program mendasar dalam rangka menangani stunting dan gizi buruk. Data yang telah diterima dari Kementerian Kesehatan langsung ditindaklanjuti secara bertahap.

    “Ini mendasar pada agenda-agenda kita. Ini akan diperluas pada program makan bergizi bagi anak secara gratis,” ucapnya.
    Dijelaskan, salah satu metode dalam penanganan dan pencegahan stunting adalah membuat Dapur PKK. Model ini telah diuji coba di Kelurahan Pager Batu, Kabupaten Pandeglang dengan hasil yang sangat baik. Dapur PKK kini diperluas Kabupaten/Kota lain di Provinsi Banten.

    “Capaian perbaikan bagi anak stunting di Pager Baru sampai 90 persen. Artinya kalau kita tangani secara terstruktur, intens, dengan pendekatan kolaboratif yang mengedepankan parameter terukur, sebenarnya bisa kita lakukan dengan cepat,” papar Al Muktabar.

    “Mudah-mudahan yang diberikan kepada mereka bisa tercapai bahkan bisa melampauinya,” tambahnya.

    Dijelaskan, gerakan serentak cegah dan tanggulangi stunting sebagai bagian dari agenda besar dalam menyiapkan generasi muda Banten yang makin kuat dalam rangka kita mempersiapkan Indonesia Emas 2045.

    “Tentu Provinsi Banten bagian dari mewujudkan cita-cita itu,” ucap Al Muktabar.

    Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti dalam wawancara mengatakan, Stunting serentak ini terdiri dari intervensi spesifik dan intervensi sensitif, intervensi spesifik yaitu menangani dalam siklus kehidupan dari mulai remaja putri, tablet tambah darah, calon penggantin di periksa kesehatanya, ibu hamil juga di periksa kesehatan ANCnya dengan 10 T dan juga bayi baru lahir dilakukan dispaskes dan imunisasi dilakukan agar tumbuh kembang nya membaik.

    “Saya juga berharap agar seluruh balita yang menjadi sasaran Pemprov Banten agar seluruh nya sudah di timbang berat badannya dan selesai di akhir Bulan Juni ini, dan data yang di hasilkan dicatat dan dilaporkan melalui aplikasi E PPGBM, dasar itu lah yang akan dj jadikan berapa Prevalensi dari setiap Provinsi yang ada di Indonesia tapi dengan catatan ,hasil penimbangan nya harus mencapai jumlah sasaran dj atas 95%,”ungkapnya.

    Dan itulah yang harus kita lakukan adalah saling bahu membahu bersama Kabupaten/Kota, Walikota/Bupati, Kades/camat untuk mengajak seluruh masyarakatnya yang mempunyai balita melakukan penimbangan agar tidak ada lagi Stunting di Provinsi Banten.

    Sasaran pertama adalah sasaran yang kita lakukan kita akan gertak setiap Posyandu di Kabupaten/Kota agar mendata dan kita bisa memberikan bantuan seperti Makanan sandang pangan. (Adv)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *