MAKKAH, (beritasiber.co.id) – Ketua Kloter JKB 12 Anwar Munawar angkat bicara terkait viralnya video yang seolah-olah menggambarkan kondisi jemaah haji asal Banten tidak mendapatkan fasilitas tenda saat Mabit (bermalam) di Mina.
Video tersebut diunggah sejumlah akun media sosial di Banten, namun tidak menyertakan informasi yang valid dan berimbang.
Jemaah haji dalam video tersebut yakni berasal dari Embarkasi Banten (JKB) Kloter 12, yang saat itu baru datang ke lokasi tenda Mina usai melaksanakan Mabit di Muzdalifah yang merupakan rangkaian ibadah haji.
Dikatakan Ketua Kloter, Anwar Munawar, kejadian dalam video itu hanya berlangsung singkat dan sudah diselesaikan dalam waktu 15-20 menit.
Video yang beredar di medsos tersebut jelas bermuatan misinformasi.
Klarifikasi disampaikan Anwar kepada Media Center Haji, Senin (1/6/2026).
Dalam video juga dinarasikan bahwa tenda Mina yang seharusnya jatah jemaah haji Banten ditempati oleh orang asing.
Anwar menjelaskan, Kloter JKB 12 menempati 3 ruangan tenda di Mina. Tenda pertama diisi 180 jemaah, tenda kedua 130 jemaah, dan ketiga 83 jemaah.
Masalah muncul saat jemaah hendak masuk ke tenda ketiga.
“Pas jemaah kita mau masuk, di sana sudah ada orang-orang asing. Setelah dicari tahu, ternyata mereka adalah karyawan dapur (perusahaan penyedia layanan haji),” ungkap Anwar.
Kondisi itu membuat jemaah yang sudah kelelahan usai wukuf di Arafah dan Mabit di Muzdalifah langsung bereaksi.
“Jemaah kita wajarlah, jemaah ya ngotot. Jemaah (seharusnya) tidak usah panik,” ujarnya menceritakan.
Anwar bersama petugas langsung bergerak berkoordinasi dengan Petugas Layanan Maktab (Fasilitas Tenda) untuk meminta penjelasan terkait masalah ini.
“Kita juga langsung ke maktab. Kita juga minta pertanggungjawaban, kok bisa berubah seperti ini? Kita punya kartu, kita punya kartu masuk. Per jemaah punya kartu. L8 itu semuanya, di sana semua,” tegasnya.
Dengan komunikasi dan pendekatan, termasuk kepada Syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) dan petugas, akhirnya karyawan dapur bersedia keluar dan dipindahkan ke tempat lain.
“Dengan berbagai komunikasi, pendekatan, akhirnya orang-orang yang di dalam itu bisa keluar. Bisa dipindahkan. Dan pada akhirnya jemaah kita bisa masuk dengan aman, nyaman, sampai pulangnya ke hotel ini,” jelasnya.
Anwar membantah isu yang menyebut jemaah lama terlantar di luar tenda.
Menurutnya, proses pemindahan pekerja dapur hanya memakan waktu 15 sampai 20 menit.
“Dibantu sama Syarikah. Semua pihak kumpul di situ. PPIH Arab Saudi juga semua ikut. 15 sampai 20 menit selesai. Selesai pagi itu juga,” katanya.
Ia juga meluruskan soal waktu kejadian tersebut.
Menjawab kenapa video bisa viral tersebar, Anwar menilai hal itu wajar karena kondisi jemaah saat itu sudah sangat lelah.
“Ya itu ya namanya jemaah yang habis capek kali ya, dari Arafah ke Muzdalifah. Capek yang kita wajarlah. Tidak sabar. Tidak sabaran,” katanya.
Ia memastikan setelah kejadian itu, seluruh jemaah JKB 12 bisa menempati tenda dengan aman dan menyelesaikan rangkaian mabit di Mina tanpa gangguan.
Insiden ini menjadi catatan penting bagi PPIH dan Syarikah terkait penataan tenda di Mina.
Anwar berharap ke depan koordinasi penempatan jemaah diperketat agar tidak ada lagi miskomunikasi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
“Alhamdulillah akhirnya selesai baik-baik. Jemaah kita pulang ke hotel dalam keadaan sehat. Tapi ini jadi evaluasi bersama agar layanan di Mina semakin baik tahun depan,” pungkasnya. (*)


