SERANG, (beritasiber.co.id) – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian terus mempercepat penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai strategi meningkatkan produksi padi sekaligus mendukung program nasional percepatan swasembada pangan.
Melalui Gerakan Tanam (GERTAM) Padi PM-AAS, Provinsi Banten menargetkan penerapan teknologi pertanian modern di lahan seluas 24.000 hektare pada tahun 2026. Program ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas hingga lebih dari 12 ton gabah per hektare, sehingga produksi padi Banten dapat menembus lebih dari 2 juta ton.
Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengatakan PM-AAS merupakan salah satu program prioritas nasional yang harus dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“PM-AAS bukan sekadar perubahan metode tanam, tetapi transformasi sistem budidaya menuju pertanian modern yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis target 24 ribu hektare dapat tercapai dan memberikan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan nasional,” ujar Nasir.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi penyuluh pertanian, Brigade Tanam, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).
“Seluruh elemen harus bergerak bersama. Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak pendampingan di lapangan agar teknologi PM-AAS diterapkan sesuai standar sehingga hasil yang dicapai benar-benar optimal,” katanya.
Penyuluh Kawal 100 Hektare
Sebagai bentuk komitmen mempercepat implementasi PM-AAS, setiap penyuluh pertanian di Provinsi Banten ditargetkan mengawal sedikitnya 100 hektare lahan yang menerapkan sistem budidaya modern tersebut.
Pendampingan dilakukan mulai dari tahap persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen agar petani dapat menerapkan teknologi secara benar.
Nasir menilai, keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan di lapangan.
“Pendampingan yang intensif akan memastikan setiap tahapan budidaya berjalan sesuai rekomendasi. Dengan begitu produktivitas meningkat, biaya produksi menjadi lebih efisien, dan pendapatan petani ikut bertambah,” jelasnya.
Terapkan Teknologi Modern
Dalam penerapannya, PM-AAS mengedepankan penggunaan teknologi modern pada setiap tahapan budidaya padi.
Sebelum penanaman dilakukan, lahan terlebih dahulu disemprot herbisida untuk menekan pertumbuhan gulma yang menjadi tantangan utama pada sistem tanam langsung.
Benih kemudian direndam selama sekitar 24 jam hingga mulai berkecambah atau pecah dormansi agar memiliki daya tumbuh yang optimal.
Tahap berikutnya adalah seed treatment menggunakan Marshal sekitar 50 gram untuk setiap 5 kilogram benih serta Furadan sesuai dosis anjuran guna melindungi benih dari serangan hama, terutama burung.
Setelah melalui perlakuan tersebut, benih diangin-anginkan hingga setengah kering sebelum dimasukkan ke dalam drum seeder untuk proses penanaman.
Efisien dan Produktif
Salah satu keunggulan PM-AAS adalah penggunaan drum seeder yang telah dimodifikasi sehingga mampu menanam benih dengan jarak sekitar tiga sentimeter secara seragam.
Teknologi ini menerapkan prinsip PMICT (tanam rapat dalam barisan) yang memberikan berbagai keuntungan, mulai dari penggunaan benih yang lebih hemat, pertumbuhan tanaman lebih seragam, biaya produksi lebih rendah hingga produktivitas yang lebih tinggi.
Menurut Nasir, pendekatan tersebut menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi usaha tani di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.
“Kami ingin petani tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperoleh keuntungan yang lebih besar melalui efisiensi penggunaan benih, tenaga kerja, dan biaya produksi. PM-AAS menjadi salah satu jawaban untuk mewujudkan pertanian yang modern dan berdaya saing,” ungkapnya.
Menuju Swasembada Pangan
Dinas Pertanian Provinsi Banten menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak dalam mengawal implementasi PM-AAS di berbagai daerah.
Monitoring, evaluasi, dan pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan agar target luas tanam 24.000 hektare dapat tercapai sesuai rencana.
Pemerintah Provinsi Banten berharap keberhasilan Gerakan Tanam PM-AAS tidak hanya meningkatkan produksi padi daerah, tetapi juga memperkuat posisi Banten sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Dengan produktivitas yang ditargetkan mencapai lebih dari 12 ton gabah per hektare, program ini diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi pertanian modern yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.(Adv)


