Banten, (beritasiber.co.id) – Kepemimpinan Andra Soni bersama Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah terus mengakselerasi pembangunan Provinsi Banten ke arah yang semakin merata dan berkelanjutan. Tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, Pemerintah Provinsi Banten juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Memasuki tahun pertama periode pembangunan 2025 – 2030, delapan program prioritas menjadi fondasi transformasi besar menuju Banten yang maju, adil merata, dan bebas korupsi.

Infrastruktur Desa Jadi Motor Ekonomi

Melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Pemprov Banten pada 2025 berhasil membangun 62 infrastruktur desa, terdiri dari 61 ruas jalan dan 1 jembatan sepanjang total 67,87 kilometer. Program ini berlanjut pada APBD 2026 dengan alokasi Rp167,4 miliar untuk pembangunan 46,71 kilometer infrastruktur desa.

Tak hanya itu, pembangunan 389 unit rumah tidak layak huni, ratusan kilometer jalan dan drainase lingkungan, hingga program listrik desa untuk ribuan rumah tangga sasaran menjadi bukti bahwa pemerataan pembangunan benar menyentuh masyarakat bawah.

“Pusat pertumbuhan tidak hanya di perkotaan, tetapi juga harus berkembang di perdesaan,” tegas Andra Soni.

Layanan Kesehatan Makin Dekat dan Modern

Di sektor kesehatan, berbagai fasilitas strategis diresmikan, termasuk Gedung Bunker Radioterapi dan Pelayanan Kemoterapi di RSUD Banten, serta pengoperasian RSUD Uwes Qorny Cilograng dan RSUD Irsyad Djuwaeli Labuan

Inovasi Mobile Clinic berbasis telemedicine turut menjangkau wilayah terpencil. Bahkan, untuk pasien rujukan di Jakarta, disediakan rumah singgah di kawasan Tebet.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimanfaatkan 38 persen masyarakat. Sementara deteksi dini TBC mencapai 107 persen, melampaui target provinsi dan nasional.

Sekolah Gratis dan Beasiswa Sarjana Desa

Program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta menjadi langkah strategis meningkatkan partisipasi pendidikan. Pada 2025, sebanyak 801 sekolah swasta dengan 60.705 siswa telah terverifikasi mengikuti program ini.

Melalui Program Sarjana Penggerak Desa, beasiswa hingga Rp20 juta diberikan untuk bidang-bidang strategis seperti pertanian, perikanan, ekonomi, hingga teknologi informasi. Langkah ini menjadi investasi nyata dalam menyiapkan SDM unggul menghadapi bonus demografi.

Ekonomi Tumbuh Tertinggi Pasca Pandemi

Penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih (KMP) mencatat capaian 99,9 persen atau 1.551 unit koperasi terbentuk.

Berdasarkan data BPS, ekonomi Banten tahun 2025 tumbuh 5,37 persen menjadi pertumbuhan tertinggi pasca pandemi. Pada triwulan IV 2025 bahkan mencapai 5,64 persen.

Pariwisata Tumbuh Signifikan

Program penataan kawasan wisata, optimalisasi Tahura, hingga kebijakan “Siaga Wisata” menciptakan iklim pariwisata yang nyaman dan bersih.

Kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Desember 2025 mencapai 230.381 kunjungan, naik 11,28 persen secara tahunan. Sementara perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 mencapai 62,56 juta perjalanan naik 29,63 persen dibanding 2024.

Produksi Padi Naik 14,41 Persen

Optimalisasi lahan pertanian dan modernisasi alat mesin pertanian membuahkan hasil. Luas panen padi 2025 mencapai 345,42 ribu hektare, naik 15,49 persen dibanding tahun sebelumnya.

Produksi padi mencapai 1,77 juta ton GKG dan produksi beras 1,01 juta ton. Banten kini masuk 10 besar nasional produsen padi dan peringkat ke-8 lumbung padi nasional.

Investasi Tembus Rp130,2 Triliun

Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target daerah hingga 203,43 persen dan menempatkan Banten di peringkat 4 besar nasional. Capaian ini menyerap 214.216 tenaga kerja.

Tata Kelola Bersih dan Transparan

Komitmen membangun birokrasi bersih membuahkan hasil. Pemprov Banten kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kalinya berturut-turut.

Indeks SPBE meningkat menjadi 3,69 (kategori sangat baik), SPI naik menjadi 73,22, dan Indeks Reformasi Hukum 2025 menempatkan Banten di peringkat II nasional dengan skor 99,64.

Apresiasi pun datang dari berbagai kalangan, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi yang mencatat peningkatan integritas tata kelola Pemprov Banten.

Menuju Banten Maju dan Bebas Kesenjangan

Satu tahun kepemimpinan Andra Dimyati menunjukkan arah pembangunan yang semakin jelas: infrastruktur merata, layanan publik membaik, ekonomi tumbuh kuat, serta tata kelola pemerintahan yang bersih.

Dengan fondasi delapan program prioritas, Banten bergerak menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan satu pun wilayah dan lapisan masyarakat. (Adv)