Tangerang Selatan, (beritasiber.co.id) – Suasana berbeda kini terasa di SMP Negeri 20 Tangerang Selatan. Tawa dan semangat siswa menggema dari lapangan olahraga baru yang setiap hari dipadati aktivitas. Bola basket dipantulkan, permainan voli berlangsung seru, sementara sebagian siswa lainnya berlatih futsal di area yang sama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemandangan tersebut kontras dengan kondisi sekolah beberapa tahun lalu. Saat itu, halaman sekolah masih dipenuhi tanaman liar dan lumut. Ruang gerak siswa sangat terbatas, bahkan pelaksanaan upacara bendera kerap terkendala karena sempitnya area terbuka.

Kepala SMPN 20 Tangsel, Frida Tesalonika, mengungkapkan bahwa keterbatasan fasilitas sempat menjadi tantangan besar bagi pihak sekolah. Tidak hanya minim area olahraga, jumlah ruang kelas pun terbatas. Sekolah kala itu hanya memiliki sekitar sepuluh ruang belajar, bahkan satu ruang kelas terpaksa dialihfungsikan menjadi laboratorium komputer demi menunjang pembelajaran.

Perubahan mulai terwujud setelah adanya pembangunan sarana dan prasarana dengan dukungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama perangkat daerah terkait. Penataan halaman sekolah menjadi prioritas, hingga akhirnya dibangun lapangan olahraga berukuran setengah lapangan basket yang dirancang multifungsi.

Meski tidak terlalu luas, lapangan tersebut mampu mengakomodasi berbagai kegiatan, mulai dari basket, voli, hingga futsal. Kini, area itu tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan antar siswa.

Dampaknya terasa signifikan. Antusiasme siswa untuk hadir dan mengikuti kegiatan sekolah meningkat. Orang tua pun memberikan respons positif atas perubahan yang terjadi. Semangat belajar siswa dinilai semakin tumbuh seiring dengan hadirnya fasilitas yang lebih layak dan nyaman.

Saat ini, SMPN 20 Tangsel telah berkembang dengan puluhan ruang penunjang kegiatan belajar mengajar serta menampung 24 rombongan belajar. Transformasi ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas teknis seperti Dinas Pendidikan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta).

Bagi pihak sekolah, pembangunan bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan inspiratif. Guru dan siswa terus didorong untuk menjaga kebersihan serta merawat fasilitas yang ada agar manfaatnya berkelanjutan.

Kini, SMPN 20 Tangerang Selatan tidak lagi sekadar tempat menimba ilmu. Sekolah tersebut telah bertransformasi menjadi ruang tumbuh yang nyaman, tempat siswa belajar, berolahraga, dan membangun masa depan dengan penuh semangat. (Adv)