Tangsel, (beritasiber.co.id) – Kepedulian tak mengenal jarak. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami dampak kerusakan paling parah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejak 28 Desember 2025, Baznas Tangsel membuka posko relawan di Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Posko ini menjadi pusat koordinasi bantuan sekaligus titik pelayanan langsung bagi masyarakat terdampak bencana.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud solidaritas dan empati warga Tangerang Selatan untuk masyarakat Aceh.

“Ini adalah wujud solidaritas dan empati warga Tangerang Selatan. Melalui Baznas, kami ingin memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Baznas Tangsel tidak hanya menyalurkan bantuan logistik seperti paket sembako, peralatan dapur, perlengkapan sekolah, dan seragam siswa sekolah dasar. Lebih dari itu, program pemulihan dilakukan secara menyeluruh.

Relawan turut membersihkan lumpur di lima sekolah dan madrasah agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan. Dalam aspek hunian dan fasilitas umum, Baznas Tangsel membangun sembilan unit rumah layak huni, tiga titik sumur bor, tiga unit MCK, serta merenovasi satu masjid.

Di wilayah pedalaman Sekumur yang relatif terisolasi, misi kemanusiaan terus berlanjut dengan pembangunan 20 unit rumah tumbuh dan satu musholla. Langkah ini menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Baznas Tangsel juga memberikan perhatian pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan trauma healing digelar untuk membantu mereka bangkit dari ketakutan dan kesedihan pascabencana.

“Kami tidak ingin sekadar datang membawa bantuan lalu pergi. Yang terpenting adalah membantu warga bangkit kembali, baik secara fisik maupun mental,” tambah Benyamin.

Untuk memastikan bantuan menjangkau lebih banyak wilayah terdampak, Baznas Tangsel berkolaborasi dengan Baitul Mal Lhokseumawe, Pemerintah Kota Lhokseumawe, serta Korem 011 Lilawangsa. Sinergi ini memungkinkan distribusi bantuan meluas ke sejumlah daerah lain seperti Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

Hingga kini, proses penyaluran bantuan masih berlangsung, dengan fokus pada kegiatan psikososial masyarakat serta monitoring renovasi fasilitas umum.

Sambut Ramadan dengan Semangat Kebersamaan

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Baznas Tangsel juga menghadirkan program “Ramadhan Ceria” yang diisi dengan lomba kreativitas budaya Islam untuk anak- anak serta kegiatan buka puasa bersama masyarakat Kecamatan Rantau. Program ini menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial sekaligus menumbuhkan kembali semangat kebersamaan di tengah proses pemulihan.

Melalui langkah nyata dan berkelanjutan ini, Baznas Tangsel membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya sekadar bantuan sesaat, tetapi juga investasi kemanusiaan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi saudara kita yang terdampak bencana.(Adv)