Kota Tangerang, (beritasiber.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, termasuk di lingkungan sekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana yang digelar di SMPN 25 Tangerang, Rabu (19/8/26).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 100 peserta ini membekali mengenai informasi dasar kebencanaan sebagai langkah awal untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, edukasi kebencanaan perlu diberikan sejak dini agar siswa maupun warga sekolah memahami langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Menurutnya, pengetahuan dasar menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko dan kepanikan saat menghadapi situasi darurat.
“Edukasi kebencanaan harus terus dilakukan, terutama di lingkungan sekolah. Kami ingin para peserta memahami potensi risiko bencana, mengetahui tindakan yang tepat, dan tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Mahdiar.
Selain mendapatkan materi, peserta juga mengikuti simulasi evakuasi untuk memberikan pengalaman langsung mengenai tahapan yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana, mulai dari merespons situasi darurat hingga menuju lokasi yang lebih aman.
Mahdiar menjelaskan, simulasi menjadi bagian penting dalam edukasi kebencanaan karena peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga dapat mempraktikkan prosedur evakuasi secara langsung. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan tanggap dan terarah ketika menghadapi bencana.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah. Ketika terjadi bencana, mereka sudah mengetahui apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukan evakuasi, dan bagaimana saling membantu dengan tetap mengutamakan keselamatan,” jelasnya.

Pemkot Tangerang melalui BPBD akan terus mendorong edukasi dan simulasi kebencanaan di berbagai lingkungan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kota Tangerang dalam menghadapi berbagai potensi bencana. (**)


