SERANG, (beritasiber.co.id) – Film pendek Indonesia berjudul On Being Almost berhasil menembus ajang bergengsi Norwegian Short Film Festival 2026 di Kota Grimstad, Norwegia. Film tersebut menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos dalam festival film pendek berpredikat Oscar-Qualifying itu pada tahun ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan laman resmi festival, Norwegian Short Film Festival 2026 digelar pada 10-14 Juni 2026 di Grimstad Kulturhus og Kino, Storgaten 33, Grimstad, Norwegia. Film On Being Almost dijadwalkan tayang dalam program kompetisi International Short Film 1 (IKD 1) pada 10 Juni pukul 14.00 waktu setempat. Sutradara film On Being Almost, Akarilalang Witharja atau Aka Witharja mengatakan, sejak awal ia menargetkan filmnya bisa menembus festival di kawasan Skandinavia.

Menurut lulusan St. Petersburg State Institute of Film and Television, Rusia ini, pendekatan visual dan narasi dalam film banyak terinspirasi dari sinema Swedia dan Norwegia yang kuat dalam menyampaikan kritik sosial. “Secara tema, tone, dan gaya filmnya memang banyak terinspirasi dari film-film Swedia dan Norwegia yang kuat secara social commentary. Kortfilmfestivalen ini memang sudah diincar sejak awal,” kata Aka, Senin (1/6/2026).

Dia mengaku senang karena strategi distribusi film independen yang dilakukan timnya akhirnya membuahkan hasil. Apalagi, festival tersebut dikenal sebagai satu-satunya festival film pendek di Norwegia yang memiliki status Oscar-Qualifying. “Senang bisa lolos dan membuktikan strategi distribusi dan market filmnya berhasil. Ini juga jadi international film festival pertama buat saya secara personal,” akunya.

Sayangnya, alumni SMA Negeri 1 Kota Serang ini belum bisa hadir langsung ke Norwegia, tahun ini. Selain tampil di Norwegia, On Being Almost juga lolos sebagai official selection di Bali International Film Festival 2026 atau Balinale. Festival tersebut berlangsung pada 1-7 Juni 2026 di XXI Cinema Icon Mall, Sanur, Denpasar. Film itu dijadwalkan tampil dalam program World of Shorts 2 pada 5 Juni pukul 14.30 Wita. Balinale merupakan satu-satunya festival film di Indonesia yang juga memiliki status Oscar-Qualifying.

Sineas muda asal Banten ini mengatakan, Balinale menjadi peluang penting untuk memperluas jejaring internasional karena memiliki basis audiens dan jejaring industri perfilman Eropa. “Balinale menarik banyak filmmaker, programmer, dan festival representatif dari Eropa. Basis audiensnya memang lebih banyak Eropa dibanding festival lain di Indonesia, jadi ini kesempatan menarik buat networking,” katanya.

Aka juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap ekosistem film independen di Indonesia. Ia menilai film independen memiliki peran penting sebagai medium penyampai narasi sosial, budaya, dan politik. Dia mencontohkan film On Being Almost yang merupakan salah satu penerima dukungan pendanaan program Layar Indonesiana dari pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan. Namun, dia berharap dukungan terhadap film independen tidak terus menurun. (****)