Lebak, 20 Mei 2025 (beritasiber.co.id) — Tradisi tahunan Seba Baduy kembali digelar dengan khidmat dan antusiasme tinggi pada tahun 2025. Perhelatan budaya yang menjadi simbol ketaatan dan penghormatan masyarakat Baduy kepada pemerintah ini berlangsung sukses dan tertib, dengan partisipasi luas dari berbagai pihak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

1.769 Warga Baduy (dari kelompok Baduy Dalam dan Baduy Luar) mengikuti prosesi Seba dengan semangat menjaga tradisi dan kearifan lokal. Mereka melakukan perjalanan dari wilayah adat menuju pusat pemerintahan untuk menyerahkan hasil bumi sebagai bentuk penghormatan kepada pemerintah daerah dan provinsi.

 

Kegiatan tahun ini berhasil menarik 46.697 kunjungan wisatawan dari berbagai daerah, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kearifan budaya lokal. Perputaran ekonomi selama acara berlangsung tercatat sebesar Rp386.929.000, menunjukkan dampak positif pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata lokal.

 

Sebanyak 42 komunitas UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) ikut ambil bagian dalam mendukung acara ini baik melalui pameran produk lokal, kuliner tradisional hingga pertunjukan seni budaya. Partisipasi aktif pelaku UMKM ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

 

Tingkat hunian atau occupancy hotel mencapai 42%, menandakan kontribusi Seba Baduy dalam mendongkrak sektor perhotelan dan jasa wisata di Kabupaten Lebak dan sekitarnya.

 

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat sipil, terbukti dengan kehadiran 20 orang volunteer yang membantu kelancaran acara di berbagai titik lokasi. Peran para relawan ini sangat penting dalam menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung serta warga adat.

 

Pemerintah Kabupaten Lebak menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Seba Baduy 2025 baik dari unsur masyarakat adat, pemerintah, pelaku usaha, relawan hingga wisatawan. Semangat kolaborasi ini diharapkan terus terjaga untuk pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal berbasis tradisi.

 

“Seba Baduy bukan hanya ritual adat, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya, mempererat tali persaudaraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Adv)